Jual Ganja ACEH

Ada Stok GANJA
Menjual GANJA ACEH
Untuk Pengobatan Herbal di:
http://toko-ganja.blogspot.co.id

Sabtu, 08 Juni 2013

Aku dan Anak Majikanku

Lima bulan sudah aku bekerja sebagai seorang pembantu rumahtangga di keluarga Pak Umar. Aku memang bukan seorang yang makan ilmu bertumpuk, hanya lulusan SD saja di kampungku. Tetapi karena niatku untuk bekerja memang sudah tidak bisa ditahan lagi, akhirnya aku pergi ke kota jakarta, dan beruntung bisa memperoleh majikan yang baik dan bisa memperhatikan kesejahteraanku.

Ibu umar pernah berkata kepadaku bahwa beliau menerimaku menjadi pembantu rumahtangga dirumahnya lantaran usiaku yang relatif masih muda. Beliau tak tega melihatku luntang-lantung di kota besar ini. "Jangan-jangan kamu nanti malah dijadikan wanita panggilan oleh para calo WTS yang tidak bertanggungjawab." Itulah yang diucapkan beliau kepadaku.

Usiaku memang masih 18 tahun dan terkadang aku sadar bahwa aku memang lumayan cantik, berbeda dengan para gadis desa di kampungku. Pantas saja jika Ibu umar berkata begitu terhadapku.

Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yakni tentang perlakuan anak majikanku Mas Anto terhadapku. Mas Anto adalah anak bungsu keluarga Bapak umar. Dia masih kuliah di semester 4, sedangkan kedua kakaknya telah berkeluarga. Mas Anto baik dan sopan terhadapku, hingga aku jadi aga segan bila berada di dekatnya. Sepertinya ada sesuatu yang bergetar di hatiku. Jika aku ke pasar, Mas Anto tak segan untuk mengantarkanku. Bahkan ketika naik mobil aku tidak diperbolehkan duduk di jok belakang, harus di sampingnya. Ahh.. Aku selalu jadi merasa tak Enak. Pernah suatu malam sekitar pukul 20.00, Mas anto hendak membikin mie instan di dapur, aku bergegas mengambil alih dengan alasan bahwa yang dilakukannya pada dasarnya adalah tugas dan kewajibanku untuk bisa melayani majikanku. Tetapi yang terjadi Mas Anto justru berkata kepadaku, "Nggak usah, Sarni. Biar aku saja, ngga apa-apa kok.."

"Nggak.. nggak apa-apa kok, Mas", jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.

Tiba-tiba Mas Anto menyentuh pundakku. Dengan lirih dia berucap, "Kamu sudah capek seharian bekerja, Sarni. Tidurlah, besok kamu harus bangun khan.."

Aku hanya tertunduk tanpa bisa berbuat apa-apa. Mas Anto kemudian melanjutkan memasak. Namun aku tetap termangu di sudut dapur. Hingga kembali Mas Anto menegurku.

"Sarni, kenapa belum masuk ke kamarmu. Nanti kalau kamu kecapekan dan terus sakit, yang repot kan kita juga. Sudahlah, aku bisa masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie seperti ini."

Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Umar sedang tidak berada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba Mas Anto memandangiku dengan lembut. Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.

"Kamu cantik, Sarni."
Aku cuma tersipu dan berucap,
"Teman-teman Mas Anto di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai."
"Tapi kamu lain, Sarni. Pernah tidak kamu membayangkan jika suatu saat ada anak majikan mencintai pembantu rumahtangganya sendiri?"
"Ah.. Mas Anto ini ada-ada saja. Mana ada cerita seperti itu", jawabku.
"Kalau kenyataannya ada, bagaimana?"
"Iya.. nggak tahu deh, Mas."

Kata-katanya itu yang hingga saat ini membuatku selalu gelisah. Apa benar yang dikatakan oleh Mas Anto bahwa ia mencintaiku? Bukankah dia anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan aku cuma seorang pembantu rumahtangga? Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.

Tibalah aku memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Sore ini cuaca memang sedang hujan meski tak seberapa lebat. Mobil Mas Anto memasuki garasi. Kulihat pemuda ini berlari menuju teras rumah. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.

"Bapak belum pulang?" tanyanya padaku.
"Belum, Mas."
"Ibu.. pergi..?"
"Ke rumah Bude Mami, begitu ibu bilang."

Mas Anto yang sedang duduk di sofa ruang tengah kulihat masih tak berhenti menyeka kepalanya sembari membuka bajunya yang rada basah. Aku yang telah menyiapkan segelas kopi susu panas menghampirinya. Saat aku hampir meninggalkan ruang tengah, kudengar Mas anto memanggilku. Kembali aku menghampirinya.

"Kamu tiba-tiba membikinkan aku minuman hangat, padahal aku tidak menyuruhmu kan", ucap Mas Anto sembari bangkit dari tempat duduknya.
"Santi, aku mau bilang bahwa aku menyukaimu."
"Maksud Mas Apa bagaimana?"

"Apa aku perlu jelaskan?" sahut Mas Anto padaku.

Tanpa sadar aku kini berhadap-hadapan dengan Mas Anto dengan jarak yang sangat dekat, bahkan bisa dikatakan terlampau dekat. Mas Anto meraih kedua tanganku untuk digenggamnya, dengan sedikit tarikan yang dilakukannya maka tubuhku telah dalam posisi sedikit terangkat merapat di tubuhnya. Sudah pasti dan otomatis pula aku semakin dapat menikmati wajah ganteng yang rada basah akibat guyuran hujan tadi. Demikian pula Mas Anto yang semakin dapat pula menikmati wajah bulatku yang dihiasi bundarnya bola mataku dan mungilnya hidungku.

Kami berdua tak bisa berkata-kata lagi, hanya saling melempar pandang dengan dalam tanpa tahu rasa masing-masing dalam hati. Tiba-tiba entah karena dorongan rasa yang seperti apa dan bagaimana bibir Mas Anto menciumi setiap lekuk mukaku yang segera setelah sampai pada bagian bibirku, aku membalas pagutan ciumannya. Kurasakan tangan MasAnto merambah naik ke arah dadaku, pada bagian gumpalan dadaku tangannya meremas lembut yang membuatku tanpa sadar mendesah dan bahkan menjerit lembut. Sampai disini begitu campur aduk perasaanku, aku merasakan nikmat yang berlebih tapi pada bagian lain aku merasakan nikmat yang berlebih tapi pada bagian lain aku merasakan takut yang entah bagaimana aku harus melawannya. Namun campuran rasa yang demikian ini segera terhapus oleh rasa nikmat yang mulai bisa menikmatinya, aku terus melayani dan membalas setiap ciuman bibirnya yang di arahkan pada bibirku berikut setiap lekuk yang ada di bagian dadaku. Aku semakin tak kuat menahan rasa, aku menggelinjang kecil menahan desakan dan gelora yang semakin memanas.

Ia mulai melepas satu demi satu kancing baju yang kukenakan, sampailah aku telanjang dada hingga buah dada yang begitu ranum menonjol dan memperlihatkan diri pada Mas Anto. Semakin saja Mas Anto memainkan bibirnya pada ujung buah dadaku, dikulumnya, diciuminya, bahkan ia menggigitnya. Golak dan getaran yang tak pernah kurasa sebelumnya, aku kini melayang, terbang, aku ingin menikmati langkah berikutnya, aku merasakan sebuah kenikmatan tanpa batas untuk saat ini.

Aku telah mencoba untuk memerangi gejolak yang meletup bak gunung yang akan memuntahkan isi kawahnya. Namun suara hujan yang kian menderas, serta situasi rumah yang hanya tinggal kami berdua, serta bisik goda yang aku tak tahu darimana datangnya, kesemua itu membuat kami berdua semakin larut dalam permainan cinta ini. Pagutan dan rabaan Mas Anto ke seluruh tubuhku, membuatku pasrah dalam rintihan kenikmatan yang kurasakan. Tangan Mas Anto mulai mereteli pakaian yang dikenakan, iapun telanjang bulat kini. Aku tak tahan lagi, segera ia menarik dengan keras celana dalam yang kukenakan. Tangannya terus saja menggerayangi sekujur tubuhku. Kemudian pada saat tertentu tangannya membimbing tanganku untuk menuju tempat yang diharapkan, dibagian bawah tubuhnya. Mas Anto dan terdengar merintih.

Buah dadaku yang mungil dan padat tak pernah lepas dari remasan tangan Mas Anto. Sementara tubuhku yang telah telentang di bawah tubuh Mas Anto menggeliat-liat seperti cacing kepanasan. Hingga lenguhan di antara kami mulai terdengar sebagai tanda permainan ini telah usai. Keringat ada di sana-sini sementara pakaian kami terlihat berserakan dimana-mana. Ruang tengah ini menjadi begitu berantakan terlebih sofa tempat kami bermain cinta denga penuh gejolak.

Ketika senja mulai datang, usailah pertempuran nafsuku dengan nafsu Mas Anto. Kami duduk di sofa, tempat kami tadi melakukan sebuah permainan cinta, dengan rasa sesal yang masing-masing berkecamuk dalam hati. "Aku tidak akan mempermainkan kamu, Sarni. Aku lakukan ini karena aku mencintai kamu. Aku sungguh-sungguh, Sarni. Kamu mau mencintaiku kan..?" Aku terdiam tak mampu menjawab sepatah katapun.

Mas Anto menyeka butiran air bening di sudut mataku, lalu mencium pipiku. Seolah dia menyatakan bahwa hasrat hatinya padaku adalah kejujuran cintanya, dan akan mampu membuatku yakin akan ketulusannya. Meski aku tetap bertanya dalam sesalku, "Mungkinkah Mas Anto akan sanggup menikahiku yang hanya seorang pembantu rumahtangga?"

Sekitar pukul 19.30 malam, barulah rumah ini tak berbeda dengan waktu-waktu kemarin. Bapak dan Ibu umar seperti biasanya tengah menikmati tayangan acara televisi, dan Mas Anto mendekam di kamarnya. Yah, seolah tak ada peristiwa apa-apa yang pernah terjadi di ruang tengah itu.

Sejak permainan cinta yang penuh nafsu itu kulakukan dengan Mas Anto, waktu yang berjalanpun tak terasa telah memaksa kami untuk terus bisa mengulangi lagi nikmat dan indahnya permainan cinta tersebut. Dan yang pasti aku menjadi seorang yang harus bisa menuruti kemauan nafsu yang ada dalam diri. Tak peduli lagi siang atau malam, di sofa ataupun di dapur, asalkan keadaan rumah lagi sepi, kami selalu tenggelam hanyut dalam permainan cinta denga gejolak nafsu birahi. Selalu saja setiap kali aku membayangkan sebuah gaya dalam permainan cinta, tiba-tiba nafsuku bergejolak ingin segera saja rasanya melakukan gaya yang sedang melintas dalam benakku tersebut. Kadang aku pun melakukannya sendiri di kamar dengan membayangkan wajah Mas Anto. Bahkan ketika di rumah sedang ada Ibu umar namun tiba-tiba nafsuku bergejolak, aku masuk kamar mandi dan memberi isyarat pada Mas Anto untuk menyusulnya. Untung kamar mandi bagi pembantu di keluarga ini letaknya ada di belakang jauh dari jangkauan tuan rumah. Aku melakukannya di sana dengan penuh gejolak di bawah guyuran air mandi, dengan lumuran busa sabun di sana-sini yang rasanya membuatku semakin saja menikmati sebuah rasa tanpa batas tentang kenikmatan.

Walau setiap kali usai melakukan hal itu dengan Mas Anto, aku selalu dihantui oleh sebuah pertanyaan yang itu-itu lagi dan dengan mudah mengusik benakku: "Bagaimana jika aku hamil nanti? Bagaimana jika Mas Anto malu mengakuinya, apakah keluarga Bapak Umar mau merestui kami berdua untuk menikah sekaligus sudi menerimaku sebagai menantu? Ataukah aku bakal di usir dari rumah ini? Atau juga pasti aku disuruh untuk menggugurkan kandungan ini?" Ah.. pertanyaan ini benar-benar membuatku seolah gila dan ingin menjerit sekeras mungkin. Apalagi Mas Anto selama ini hanya berucap: "Aku mencintaimu, Sarni." Seribu juta kalipun kata itu terlontar dari mulut Mas Anto, tidak akan berarti apa-apa jika Mas Anto tetap diam tak berterus terang dengan keluarganya atas apa yang telah terjadi dengan kami berdua.

Akhirnya terjadilah apa yang selama ini kutakutkan, bahwa aku mulai sering mual dan muntah, yah.. aku hamil! Mas Anto mulai gugup dan panik atas kejadian ini.

"Kenapa kamu bisa hamil sih?" Aku hanya diam tak menjawab.
"Bukankah aku sudah memberimu pil supaya kamu nggak hamil. Kalau begini kita yang repot juga.."
"Kenapa mesti repot Mas? Bukankah Mas Anto sudah berjanji akan menikahi Sarni?"
"Iya.. iya.. tapi tidak secepat ini Santi. Aku masih mencintaimu, dan aku pasti akan menikahimu, dan aku pasti akan menikahimu. Tetapi bukan sekarang. Aku butuh waktu yang tepat untuk bicara dengan Bapak dan Ibu bahwa aku mencintaimu.."

Yah.. setiap kali aku mengeluh soal perutku yang kian bertambah usianya dari hari ke hari dan berganti dengan minggu, Mas Anto selalu kebingungan sendiri dan tak pernah mendapatkan jalan keluar. Aku jadi semakin terpojok oleh kondisi dalam rahim yang tentunya kian membesar.

Genap pada usia tiga bulan kehamilanku, keteguhkan hatiku untuk melangkahkan kaki pergi dari rumah keluarga Bapak umar. Kutinggalkan semua kenangan duka maupun suka yang selama ini kuperoleh di rumah ini. Aku tidak akan menyalahkan Mas Anto. Ini semua salahku yang tak mampu menjaga kekuatan dinding imanku.

Subuh pagi ini aku meninggalkan rumah ini tanpa pamit, setelah kusiapkan sarapan dan sepucuk surat di meja makan yang isinya bahwa aku pergi karena merasa bersalah terhadap keluarga Bapak Umar.

Hampir setahun setelah kepergianku dari keluarga Bapak umar, Aku kini telah menikmati kehidupanku sendiri yang tak selayaknya aku jalani, namun aku bahagia. Hingga pada suatu pagi aku membaca surat pembaca di tabloid terkenal. Surat itu isinya bahwa seorang pemuda Anto mencari dan mengharapkan isterinya yang bernama Sarni untuk segera pulang. Pemuda itu tampak sekali berharap bisa bertemu lagi dengan si calon isterinya karena dia begitu mencintainya.

Aku tahu dan mengerti benar siapa calon isterinya. Namun aku sudah tidak ingin lagi dan pula aku tidak pantas untuk berada di rumah itu lagi, rumah tempat tinggal pemuda bernama Anto itu. Aku sudah tenggelam dalam kubangan ini. Andai saja Mas Anto suka pergi ke lokalisasi, tentu dia tidak perlu harus menulis surat pembaca itu. Mas Anto pasti akan menemukan calon istrinya yang sangat dicintainya. Agar Mas Anto pun mengerti bahwa hingga kini aku masih merindukan kehangatan cintanya. Cinta yang pertama dan terakhir bagiku.
Share:

Wanita Yang Menjual Keperawanannya

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? ”
” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”
” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”
” Maksud, bapak? ”
” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”
” Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu dengan suara lambat.
” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.
” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”
” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
” Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
” Apakah anda serius? ”
” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas.
” Berapa tarif yang anda minta? ”
” Setinggi-tingginya. .’ ‘
” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
” Saya masih perawan ”
” Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini..
Pikirnya
” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?”
” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan …”
” Kalau tidak terbukti? ”
” Tidak usah bayar …”
” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ”
” Cobalah. ”
” Berapa tarif yang diminta? ”
” Setinggi-tingginya. ”
” Berapa? ”
” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”
” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ”
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
” Saya ingin yang lebih tinggi…”
” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu.
Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.
” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap
saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh … ”
” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.
Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu …
” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu.
” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas.
” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
” Rp.. 6 juta, tuan ”
” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ”
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
” Bagaimana? ” tanya pria itu.
”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ”
” Tentu! ”
” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu … ”
” Saya minta yang lebih tinggi lagi …”
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.
Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ”
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah.
Apakah itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika
” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ”
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … Huh ”
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.
“Dia masih perawan..”
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”
” Benar, pak. ”
” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”
” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.”
” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.
” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar …
” Beritahu berapa harga yang kamu minta? ”
” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ”
” Maksud kamu? ”
” Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih …. ”
” Hanya itu …”
” Ya …! ”
Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
” Siapa nama kamu? ”
” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata wanita itu
” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ”
”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ”
” Ada ! ” Kata pria itu seketika.
” Sebutkan! ”
” Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.
Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
” Saya tidak mengerti …”
” Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …”
” Dan, apakah bapak ikhlas…? ”
” Apakah uang itu kurang? ”
” Lebih dari cukup, pak … ”
” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ”
” Silahkan …”
” Mengapa kamu begitu beraninya … ”
” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak …
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` … Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … ”
” Keyakinan apa? ”
Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ”
” Kesadaran… ”
.. . .
Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
” Kamu sudah pulang, nak ”
” Ya, bu … ”
” Kemana saja kamu, nak … Huh”
” Menjual sesuatu, bu … ”
” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum …
Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang
gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan
….

” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli yang saya jual… ”.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata
kepada supir taksi: ” Antar kami kerumah sakit …”
Share:

Selasa, 04 Juni 2013

Tante Titin 34 tahun sexy


Cerita yang gue buat ini bener2 true story...Darimana gue dapetnya..??Kebanyakan sih aku alamin sendiri atau yah sekedar berbagi pengalaman ama temen..jujur gue sendiri juga ga nyangka kalo ini bakal terjadi ama gue...

tante titin..menurut gue sih orang nya biasa,ga cantik..malahan face nya agak kelaki-lakian..tapi bukan masalah gue juga sih..awal nya sih aku memandang juga biasa-biasa aja,secara itu kan bude nya calon bini gue...tapi pandangan itu brubah ketika gue ngeliat dia lagi tidur siang secara ga sengaja daster yang dia pake kesingkap..sehingga paha yang selalu tertutup itu akhirnya kelihatan..namun aku ga berani lama2 memandang soalnya takut ketahuan ....


Semenjak kejadian itu perasaan ku aneh kalo lagi deket ma tante titin,entah itu pas nganter dia belanja,atau pas lagi nonton televisi...sampai suatu saat dia mau balik ke kos'an nya di daerah SDA,seperti biasanya gue di suruh nganter,setelah sampe depan kos'an nya,tante titin nawarin aku masuk,aku ngerasa aneh,karna nga biasanya kayak gitu,ya itung2 di luar mau hujan gede akhirnya aku mampir lah sejenak,saat aku masuk aku ngerasa ada yang aneh,kos'2 an nya ternyata sepi banget,terus gue tanya ma tante titin," Kok sepi banget tante kos'an nya..pada kemana" Tante Titin " biasa kok dic,temen2 pada pulang kampung,aku sendirian agak takut...,kamu mau nga temenin tante sebentar..?" ya langsung aja gue jawab " iya ga apa2 kok tante ".

dic aku mandi dulu ya..kalo kamu mau makan ada sossis di kulkas yang bisa kamu ambil,kata tante titin sambil ngeloyor ke kamar mandi,karna gue boring iseng2 gue nonton televisi,akhirnya ga lama kemudian entah gue capek atau kenapa gue ketiduran,ga selang beberapa lama gue tidur gue ngerasa ada yang lagi jilatin n sedot-sedot k*ntol gue...setelah gue buka mata,gue kaget setengah mati..ternyata tante titin lagi di bawah sambil nyepong k*ntol gue...karna gue kaget gue buru2 cabut K*ntol gue yang masih nancep di mulut nya sambil gue tanya '" tante lagi ngapain..? " trus dia jawab " km tenang aja,tante udah tau kok kalo kamu sebenernya kamu suka curi2 pandang ke tante kan..."."tapi tante,tante kan belum nikah...kok tante mau ngelakuin ini sama aku..?" "ya ga apa2 donk...lagian tante tuh sebenernya penasaran gimana sih rasanya orang ngent*t" "Wih,Gila nih pikirku...bagai dapet rejeki nomplok nih..dapet tante2 yang masih perawan lagi..maklum lah meskipun umurnya udah 34 tahun,tante titin belum merried n belum pernah pacaran,padahal kalo secara face sih nga jelek2 banget...."


abis itu gue akhirnya berdiri n gue lepas semua baju gue...terus gue suruh tante titin sepongin K*ntol gue,"arghh...yess..terus tante..enak....terus tante...tante pinter..ouch.."karna gue takut crots duluan akhirnya aku suruh tante titin lepasin sepongan nya terus gue preteli satu persatu baju yang dia pake,mulai dari blus sampe celana panjang nya...dan hanya tinggal Bra ama CD doank...abis itu aku ajak aja tante titin ke kamar mandi,maklum kos'2an nya kecil gan,bisa gawat kalo sampe di cek ama bapak/ibu kos nya...

abis itu setelah nyampe kamar mandi,gue pretelin juga CD ma Bra nya tante titin,trus gue suruh duduk di kloset angsa....abis itu gue jilmek tuh meqi perawan....sampe akhirnya dia menggerang " ahhh...shhhh...ouchh....enak dic,terusin dic...ayo sayang lebih dalem lagi jilat nya..ouch...sshhhh...ahhhh" saking ke-enakannya akhirnya tante titin mengalami orgasme yang pertama kali yang ga pernah dia alamin sebelum nya... " ahhh...shhh..ouchhh..dic,aku mau .piiiii....piiissssss.....ahhhh , crots..crots...crots....cairan itu menyembur dan kujilat sampe habis..ternyata peju perawan emang gurih banget..enak gan....

setelah beberapa lama,setelah tante titin pulih dari capek nya..akhirnya aku suruh tante titin berdiri..."tante gantian aku yang duduk ya tante" " OK,terus aku sepongin kamu lagi yah" "kok sepong terus tante,emang tante ga mau ngerasain gimana enak nya batang aku masuk ke memiaw nya tante apa..?" kataku, "tapi aku takut dic,ntar kalo hamil gimana..aku kan ga enak juga..","tante nga usa takut..aku janji nga akan sampe hamilin tante kok,gimana tante mau kan..?","Gimana yah....ok deh tapi pelan2 yah..soalnya tante belum pernah...","iya tante tenang aja" kataku,dalam hati gue ngomong " asik gue dapet perawan lagi..."

Akhirnya setelah aku rangsang lagi...memiaw nya tante titin becek lagi...setelah ambil posisi...akhirnya...aku tancepin batang ku pelan-pelan ke memiaw nya tante titin " Aw..Sakit dic ", "sebentar tante tahan ya sakitnya nga lama kok" , setelah beberapa lama diem di tempat,akhirnya gue suruh tante titin maju mundurin pantatnya " shhh..ahhh...ouchh...yes...enak dic...terus ...dalemin lagi dic....ouch.....yeah...ashhh....shhhh enak dic........." , " gimana tante?enak nga rasanya..? " iya dic,enak banget..ouch..shhhh..." ceracau nya...


setelah lama dengan gaya itu akhirnya aku suruh tante turun dari dudukan nya....aku suruh dia nungging di lantai...aku bilang " tante coba gaya lain ya..dijamin lebih enak ", "terserah kamu aja deh dic,aku ok2 ajah"....its doggy time...setelah tante titin nungging,akhirnya aku masukin k*ntol aku ke memiaw nya tante titin..dan bener apa dugaan gue...tante titin emang masih virgin..aku lihat darah netes2 dari samping dalam paha nya....tapi aku ga ada urusan..yang pentin genjot terus....

ouch..ah....shhh..enak banget tante memeiw nya...peret banget.....,kamu juga dic k*ntol kamu nikmat banget...bkin tante melayang-layang...,setelah beberapa lama gaya doggie akhirnya gue ga tahan juga...ouch...yah..ashh..tante aku mau keluar nih...tante lagi subur nga....?..nga dic,jawab nya..aku keluarin di dalem ya tante....,iyah ..tante juga mau keluar..ouchh..ahhh..ssshhhhh...ahhhh...crotss..cr ortsss..crostsss..akhirnya aku sama tante titin keluar barengan....aku ngerasa ada yang anget2 lagi melumuri batang ku...sampe akhirnya k*ntol aku mengecil dan keluar dari sarangnya sendiri...

setelah itu kita mandi bareng,dan ga lupa juga gue ma tante titin main sekali lagi di kamar mandi....gaya duduk,berdiri,doggie,samping semuanya di lakuin sampe ga kerasa udah malem banget....setelah memakai pakaian aku dan tante titn ngobrol2 di tempat tidur..ga lupa juga aku sambil grepe2...dan sebelum aku pulang..tante titin sepongin K*ntol aku di balik pintu,biar ga keliatan orang...ternyata dia mau minum semua peju yang aku keluarin di mulutnya.."wih enak bener" katanya.

Semenjak kejadian itu,aku sering mampir ke kos'an tante titin,ya meskipun agak jauh sih...tapi ga apa2lah...sampai pada akhirnya aku dikabari bahwa tante titin udah menikah dan ikut suaminya ke kediri,tapi kalo ada pertemuan keluarga,kita sering curi2 kesempatan berdua di kamar mandi,atau pun di halaman belakang rumah calon bini gue....ga nyangka banget.. 
Share:

Kamis, 12 Juli 2012

Memasuki Malam pertama di kamar pengantin


foto malam pertama kartun CERITA DEWASA KISAH MALAM PERTAMA  (NGAKAK)
Cerita malam pertama alias honey moon berikut ini tergolong unik dan lucu. Kalau kategorinya lucu kenapa dikasih judul cerita dewasa? Ya masa mau diberi judul “cerita anak kisah malam pertama”, ‘kan ga etis, hihihi. Yang namanya malam pertama ‘kan identiknya dengan orang-orang dewasa yang baru saja melakukan resepsi pernikahan, oleh karena itu Indahnya Berbagi kasih judul dengan adanya embel-embel cerita dewasa, jadi memang bukan dongeng buat anak kecil. Nah, langsung saja deh ke cerita malam pertama gokil saja, biar ga penasaran dengan kelucuan cerita malam pertama ini. Cekidot!
Cerita ini dimulai sesaat setelah acara perkawinan Paijo dan Paijem usai. Keduanya terlihat begitu ceria dibalik lelahnya resepsi seharian. Begitu banyak tamu undangan yang datang, dan memberi kado pernikahan untuk kedua mempelai. Karena waktu itu hari sudah larut malam, Paijo & Paijem pun langsung masuk kamar yang dipenuhi dengan tumpukan kado-kado yang dibungkus cantik. Karena Paijem penasaran dengan sebuah kado yang memang bentuknya “amburadul”, ia pun bergegas mengambil kado tersebut. Dan ahhaa, ternyata isinya adalah sepasang sepatu wanita. Tidak sabar, Paijem langsung mencoba memakaikan sepatu itu ke kakinya yang tidak begitu mungil  . apa yang terjadi, ternyata eh ternyata sepatunya kekecilan. Dengan sedikit memaksakan masuk, Paijem pun tidak bisa memasukkan sepatunya ke kakinya.

Al hasil, Paijo, sang suami mencoba campur tangan membantu memasukkan sepatu tersebut ke kaki istrinya.
Paijo: “Kok susah banget sih dek, seret gini.”
Paijem: “Iya mas, ga pas, padahal udah agak dipaksa. Coba lagi mas, tapi pelan-pelan, jangan keras-keras kayak tadi, aku sakit.”
Paijo: “Iya.. kamu tahan donk, ini udah masuk setengah kok.”
Bersamaan dengan percakapan terjadi, si Ibu Painem lewat depan kamar kedua mempelai, dan mendengar pembicaraan “panas” anak-anaknya.
Ibu Painem: “Masuknya susah ya, nak?”Paijo: “Iya nih bu. Padahal Paijem udah kesakitan.” Paijem: “Gemana ya bu biar masuknya enak?”
Ibu: “Coba dikasih air liur aja deh.”
Paijo+Paijem: “Ya bu.” (kompak)
Ibu: “Gemana???” (penasaran)
Paijem: “Lumayan udah masuk bu. Tapi kok di dalam ga enak gini ya bu?”
Ibu: “Coba agak relaks, Paijo suruh agak dipercepat gerakannya.” (loh loh loh. ternyata si ibu kayaknya salah pikiran deh ya gan?)
Paijo: “Apanya yang dipercepat bu? Aku dari tadi diam aja kok, ga bergerak-gerak.”
Ibu: “Enggak gerak kok tadi katanya bisa masuk???”
Paijem: “Ah ibu gemana sih, aku kan punya tangan sendiri. Pakai kedua tanganku lah bu.”
Ibu: “Hah?!” (kaget)
Paijem: “Sini bu masuk aja, ga dikunci kok. Ikut gabung buka-buka.”
Ibu: “Ibu ikut buka? Ga apa-apa nih, ntar ganggu?” (sambil membuka pintu dan beranjak masuk)
Paijo: “Ini bu ada kado sepatu, tapi ukurannya kurang besar di kaki Paijem, jadi susah deh masuknya. Ibu mau coba, siapa tahu pas di kaki ibu?”
Ibu: “Ooooh….” (manggut-manggut agak malu)
Pada akhirnya mereka bertiga kompak membuka semua kado yang ada di kamar pengantin. Tanpa terasa ayam jago pun mulai berkokok pertanda hari sudah pagi. Dan, menurut sang ibu pengalaman tersebut adalah kisah malam pertama anaknya yang sangat mengesankan. Bagi Paijo dan Paijem malam pertama tersebut sangat menyakitkan karena kaki Paijem lecet gara-gara pakai sepatu yang kekecilan.
Share:

Aku Tergoda Keperkasaan Kakak Iparku

Aku sendiri sudah setahun lebih menganggur. Setelah lulus sarjana tahun 2003 yang lalu, aku hanya menghabiskan waktuku di rumah. Aku memang tidak pernah berusaha mencari kerja, karena aku pikir aku anak perempuan dan akhirnya akan mengurusi rumah tangga dan suami kelak. Di rumah kak Dian aku juga bisa menghibur diri. Semua fasilitas lengkap. Kala kak Dian dan suaminya berangkat kerja, aku pun bisa memanfaatkan semua yang ada di rumah. Mulai dari makanan yang serba tersedia, nonton film sampai main playstation.
Aku hanya mengurus dua anak kak Dian, itu pun tidak perlu terlalu repot, karena mereka sudah cukup besar untuk diperingatkan. Praktis pekerjaan yang berat, hanya menyiapkan makan minum untuk kak Dian dan suaminya. Setelah itu aku bisa bebas kembali. Itu sebabnya aku betah tinggal di rumah.
Setiap habis gajian, suami kak Dian Ferry selalu memberiku uang jajan yang lumayan banyak untuk membeli kosmetik dan pakaian. Malah, mereka ingin agar tinggal di rumah itu saja selamanya. Meskipun katanya aku sudah menikah nanti, aku masih bisa tetap tinggal di rumah itu. Rumah kak Dian memang cukup luas untuk menampung dua keluarga. Jumlah kamar saja ada lima biuah, ditambah ruang tamu dan ruang keluarga yang sangat lapang.
Bulan ketujuh aku tinggal di rumah itu, suami kak Dian sakit. Ia mengalami patah tulang setelah mengalami kecelakaan di perbatasan kota. Ferry harus istirahat selama dua bulan. Karena kak Dian sibuk kerja, aku yang harus menggantikannya mengurusi mas Ferry. Mulai dari kebutuhan makan, minum sampai ini dan itu semua aku lakukan. Maklumlah kak Dian wanita karier yang sangat sibuk. Ia baru bisa pulang pada malam hari.
Dari sinilah bencana berawal. Diam-diam, mas Ferry sering memperhatikanku. Aku sangat sadari itu, tapi aku berusaha untuk menyembunyikannya. Lama – lama mas Ferry tambah berani ia mulai memegangi tanganku dan mencoba merayuku untuk berhubungan seks, aku hanya diam dan berusaha menghindar dari bujuk rayunya, karena itu kuanggap hanya sebatas gurauan belaka.
Suatu siang ketika aku tidur lelap di dalam kamar, tiba-tiba ada beban berat yang menindih tubuhku. Aku sempat terperanjat kaget dan berusaha berontak, namun kekuatan itu kian dahsyat menindihku. Tak kuasa aku melawan semuanya, dan akhirnya, mas Ferry….
Sejak itulah petualangan kisah seks kami bermula. Tak ada rasa lagi rasa berontak dalam diriku malah, aku jadi lupa kalau Ferry adalah kakak iparku. Kami melakoni petualangan porno itu tanpa batas. Aku dan Ferry betul – betul merengkuh kenikmatan seksual, tanpa pernah tercium oleh kak Dian. Sampai detik ini pun kami masih menjalaninya.
Share:

Hantu Dewasa sexy

Malam itu, tepatnya hari Selasa Kliwon pukul 00.00 WIB, sekelompok perampok yang berjumlah tujuh orang datang menyatroni rumah milik keluarga Raden Gilang Gentara (45), seorang ayah yang memiliki dua orang anak yaitu Ratih (14) dan Anggara (12). Raden Gilang Gentara memiliki seorang istri yang sangat cantik. Sewaktu masih gadis, istrinya yang bernama Anggita Saputri ini merupakan kembang desa di kampung Lembah Batu.

Saat ini Anggita Saputri sedang mengandung 8 bulan anak ketiga Raden Gilang Gentara. Sebelum malam tragis itu, keadaan keluarga orang terkaya di kampung Lembah Batu tersebut sangat bahagia, mereka dihormati semua orang karena sikapnya yang rendah hati dan suka menolong terhadap sesama.

Di malam berdarah tersebut, segerombolan perampok keji tidak hanya berusaha menggasak harta benda milik keluarga ini, namun mereka dengan beringas juga menghabisi nyawa seluruh keluarga tanpa terkecuali. Setelah puas membantai dan menguras harta benda seisi rumah, para perampok itu berusaha kabur. Namun karma selalu ada, tanpa mereka sadari, rumah yang berada di tengah perkampungan itu telah dikepung oleh ratusan warga yang curiga dengan suara - suara teriakan dari dalam rumah.

Para warga pun menangkap ketujuh perampok itu tanpa perlawanan yang berarti. Tak kalah beringas, warga yang mengetahui para perampok tersebut telah membunuh seluruh anggota keluarga Raden Gilang Gentara merasa geram dan kemudian mereka menghabisi para perampok ini dengan membakar mereka semua hidup - hidup. Keesokan harinya, suasana duka dan air mata tak terbendung lagi. Ribuan pelayat mengantarkan jenazah almarhum Raden Gilang Gentara beserta istri dan anaknya ke tempat peristirahatan terakhir, yaitu makam.

Semua peristiwa tersebut hanyalah awal, inilah kisah yang sesungguhnya. Masih ingat dengan istri Raden Gilang Gentara yang kala itu meninggal dalam keadaan hamil? Di malam ke 40 hari, tepatnya Jumat Kliwon, terdengar suara jeritan tangis memecah heningnya malam dari dalam makam Anggita Saputri yang tidak lain adalah istri dari almarhum Raden Gilang Gentara.

Suara tangis menderu itu terdengar hingga ke sebuah rumah milik Partono (57) yang berada di paling ujung kampung Lembah Batu. Rumah Partono tak jauh dari pemakaman umum yang bernama 'Sulungawu' tersebut. Partono yang merasa ketakutan mencoba memberitahu tetangganya perihal kejadian itu, maka terkumpulah puluhan warga. Mereka beramai - ramai menuju ke pemakaman umum Sulungawu untuk melihat dan mencari tahu asal suara tangisan tersebut.

Sesampainya di pemakaman, para warga barulah sadar, suara tangisan tersebut ternyata berasal dari dalam salah satu makam, yaitu makam Anggita Saputri yang telah meninggal 40 hari silam. Setelah berdebat satu sama lain, akhirnya warga sepakat membongkar makam tersebut. Maka dibongkarlah makam Anggita Saputri malam itu juga.

Betapa kagetnya puluhan warga yang menjadi saksi mata kejadian yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya ini. Di dalam makam itu ternyata ada sesosok jabang bayi laki - laki yang baru lahir. Wajahnya bersih dan seolah bersinar yang menandakan bayi ini bukanlah jabang bayi biasa. Segeralah jabang bayi yang terlahir dari janin mayat ini pun dibawa pulang untuk dimandikan.

Para sesepuh dan orang pintar di kampung Lembah Batu memberi nama anak itu Putra Sulungawu, sesuai tempat dimana ia dilahirkan, yaitu makam Sulungawu. Putra Sulungawu pun menjadi satu - satunya pewaris seluruh harta benda peninggalan Almarhum ayahnya, Raden Gilang Gentara.

18 tahun kemudian. Putra Sulungawu pun beranjak dewasa, seperti anak muda seusianya ia pun dapat jatuh cinta! Tidak ada keistimewaan khusus apalagi kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh Putra Sulungawu. Bahkan, tak jarang ia sering dipukuli oleh saingannya ketika berusaha memperebutkan gadis idaman. Hingga akhirnya, ia mendapatkan kekasih hati seorang gadis cantik bernama Regina Amalia.

Ada satu hal kesamaan yang dimiliki oleh keduanya, yaitu mereka sama - sama terlahir pada malam Jumat Kliwon, bedanya, yang satu lahir di RS Bersalin pusat kota dan yang satunya dilahirkan di dalam kuburan. Hal - hal ganjil atau tidak lumrah yang sering dilakukan oleh Putra Sulungawu muda adalah, dia terlalu sering ke kuburan untuk berziarah ke makam keluarganya. Tak khayal, ia bahkan sering menginap disana, tidur diatas batu nisan orang mati. Putra Sulungawu sering menangis saat di makam itu. Makam seolah baginya adalah rumah dimana ia dilahirkan.

Di tempat lain, sekelompok paranormal yang menamakan dirinya Teratai Hitam mempercayai ramalan tentang bangkitnya iblis Suropati yang telah dimulai. Untuk menjadi tak terkalahkan dan hidup dalam keabadian, iblis Suropati harus meminum darah 100 orang yang lahir pada malam Jumat Kliwon.

Menurut para anggota Teratai Hitam, dalam minggu - minggu ini sudah ada 98 orang dan terus bertambah yang lahir pada malam Jumat Kliwon meninggal dengan ciri - ciri yang sama, yaitu tubuh mengering karena dihisab darahnya. Semua itu juga dapat dilihat dari 100 lilin yang dinyalakan di ruang meditasi kelompok Teratai Hitam, 98 diantaranya telah padam, kini hanya tinggal 2 yang masih menyala.

Salah seorang anggota paranormal Teratai Hitam menyadari bahwa putrinya terlahir pada malam Jumat Kliwon dan dari kitab ramalan, putrinya akan menjadi korban yang ke 100 (terakhir) yang diincar iblis Suropati. Dialah Regina Amalia yang tak lain adalah kekasih Putra Sulungawu. Iblis Suropati membunuh dan menghisap darah orang - orang yang lahir pada malam Jumat Kliwon secara berurutan.

Keanehan pun terjadi, seharusnya sejak 3 malam yang lalu lilin ke 99 sudah padam yang artinya korban ke 99 sudah dibunuh oleh iblis Suropati dan sekarang giliran Regina Amalia, sasaran terakhir yang telah diamankan oleh seluruh kelompok paranormal Teratai Hitam. Hingga hari ini 2 lilin masih tetap menyala, siapakah korban ke 99 dan sebenarnya apa yang terjadi, mengapa dia belum mati?

Inilah yang terjadi. Tiga malam lalu, ketika Putra Sulungawu sedang bersama teman - temannya di kampung Lembah Batu, tiba - tiba angin bertiup kencang disertai petir menyambar dan muncullah sesosok makhluk gegirisi bertubuh besar mengerikan. Makhluk itu memiliki gigi taring yang tajam dan berliur, ditengah kepalanya terdapat tanduk yang menjulang runcing terlihat mirip gading yang sedikit retak - retak.

Sontak, orang - orang di Kampung Batu yang melihatnya lari tidak karuan. Makhluk itu mengincar Putra Sulungawu yang merupakan korban ke 99. Tak tahu apa yang harus dilakukan, Putra Sulungawu memilih bersembunyi ke kuburan 'Sulungawu' yang terkenal sangat angker itu. Akhirnya, makhluk yang ternyata diketahui adalah iblis Suropati itu pun berhadapan muka dengan Putra Sulungawu di makam itu.

Dengan nada gemetar Putra Sulungawu pun berkata kepada iblis Suropati," Aku adalah orang biasa yang tidak mempunyai kekuatan apa - apa, tapi satu hal yang perlu kau tahu, aku punya teman yang banyaaak..!!!,". Seketika itu juga tanah diatas kuburan Sulungawu berguncang. Muncullah roh - roh halus dari dalam tanah, genderuwo - genderuwo dari pepohonan, kuntilanak - kuntilanak dari balik dedaunan, banaspati - banaspati dari cungkup batu nisan dan demit - demit kuburan lainnya berhamburan keluar. Mereka memangsa iblis Suropati hingga terkoyak dan tak berbentuk.
Share:

Senin, 09 April 2012

List Tante/cewek

Menimbang banyak nya permintaan dari pembaca cerita cinta akan info tante girang, maka admin blog ini berusaha mewujudkan permintaan tersebut. Sebagai usaha untuk memperbanyak data, dan klien, silahkan para Tente, Bispak, Bisyar yang ingin menjajakan diri agar menghubungi kami di email: kayana38@gmail.com dengan melampirkan foto, alamat dan no Hp.
Semoga dengan usaha ini, saya bisa menyalurkan aspirasi pembaca sekalian.
Sedangakan bagi Cowok cowok pencari cinta, yang ingin mendapatkan klin tante / bispak/ bisyar, silahkan hubungi email kami juga. Masalah tarif dan harga, silahkan nego kalian berdua, kami disini hanya menghubungkan saja.


Nama : Marni ( jakarta )

Nama : Novi ( bekasi )
Nama : susi ( jakarta )
Club tante jakarta
Nama : Eva  ( jakarta )
Nama : Tia

Share:

pcash

Lazada